SIPAS

PENGELOLAAN SAMPAH

MODUL EDUKASI PUBLIK

Panduan Cerdas Pengelolaan & Pemilahan Sampah

Pelajari prinsip 3R, langkah memilah sampah rumah tangga, teknik pembuatan kompos alami, dan kiat melindungi kelestarian lingkungan hidup.

Cara Memilah 3 Wadah Organik vs Anorganik Konsep 3R Kurangi Sampah Plastik Pembuatan Kompos Dapur Bahaya Limbah B3
MODUL 01

Panduan Pemilahan Sampah 3 Wadah di Rumah

Kunci keberhasilan pengelolaan sampah terletak pada pemisahan di sumbernya. Menyediakan tiga tempat sampah dengan warna berbeda di rumah Anda dapat meningkatkan angka daur ulang hingga 80%.

Wadah Hijau: Sampah Organik

Khusus sisa makanan basah, kulit sayur/buah, sisa nasi, ampas kelapa, dan dedaunan pekarangan.

Tips: Jangan bungkus sampah organik dengan kantong plastik saat dimasukkan ke komposter.

Wadah Biru: Sampah Anorganik

Botol plastik bersih, karton susu, kardus kering, buku tulis bekas, dan kaleng minuman kaleng.

Tips: Bilas botol/kaleng dari sisa cairan dan pipihkan untuk menghemat tempat penampungan.

Wadah Merah: Limbah B3

Batu baterai remot, lampu neon/LED pecah, botol obat sirup kadaluwarsa, kaleng pembasmi serangga.

Penting: Jangan dibuang sembarangan atau dibakar! Serahkan ke dropbox B3.
MODUL 02

Perbedaan Mendasar Sampah Organik & Anorganik

Parameter Sampah Organik Sampah Anorganik
Asal Bahan Berasal dari sisa makhluk hidup alami (hewan & tumbuhan). Berasal dari proses sintetis, minyak bumi, dan mineral tambang.
Kemampuan Urai Cepat membusuk dan terurai secara alami (1 - 6 bulan). Sangat lambat terurai di alam (20 hingga 500 tahun).
Potensi Pemanfaatan Pupuk kompos padat/cair, bio-gas, pakan larva Black Soldier Fly (BSF). Dilebur kembali (recycling), dijadikan kerajinan ecobrick, bahan baku industri.
Dampak Bila Dicampur Menimbulkan bau busuk menyengat dan mencemari sampah daur ulang. Mengotori bahan organik sehingga pupuk kompos tidak steril dan berkualitas rendah.
MODUL 03

Konsep 3R: Reduce, Reuse, dan Recycle

1. Reduce (Mengurangi)

Langkah paling efektif dalam hierarki sampah. Mengurangi pembelian barang sekali pakai agar sampah tidak pernah tercipta sejak awal.

  • Gunakan tas belanja kain berulang kali.
  • Bawa tumbler air minum pribadi.
  • Tolak kantong plastik kecil saat membeli barang sedikit.

2. Reuse (Menggunakan Kembali)

Memanfaatkan kembali barang-barang yang masih layak tanpa harus melalui proses pengolahan pabrik yang memakan energi.

  • Gunakan toples kaca bekas makanan untuk wadah bumbu.
  • Pakai kardus bekas untuk kemasan pengiriman ulang.
  • Sumbangkan pakaian yang masih layak pakai kepada orang lain.

3. Recycle (Mendaur Ulang)

Mengolah kembali material yang tidak bisa dipakai lagi menjadi produk baru melalui pabrik peleburan atau TPS 3R.

  • Kumpulkan botol plastik PET bersih untuk dicacah jadi serat kain.
  • Daur ulang kertas bekas menjadi karton atau kertas daur ulang.
  • Lelehkan kaleng aluminium menjadi batangan logam baru.
PANDUAN PRAKTIS

Cara Membuat Kompos Organik dengan Ember Komposter

Ubah sampah dapur menjadi pupuk tanaman subur hanya dengan modal ember cat bekas berlubang!

Langkah 1

Siapkan ember yang dilubangi kecil-kecil pada bagian bawah dan samping untuk sirkulasi udara mikroorganisme.

Langkah 2

Beri lapisan dasar berupa tanah gembur atau kompos lama setebal 5 cm sebagai sumber bakteri pengurai.

Langkah 3

Masukkan sisa sayur/buah yang sudah dicacah kecil, lalu siram larutan gula + EM4 atau air cucian beras.

Langkah 4

Tutup ember rapat-rapat. Aduk seminggu sekali. Dalam 30 hari kompos matang berwarna hitam kecokelatan.

Temukan Sampah yang Butuh Penanganan?

Gunakan layanan pelaporan masyarakat online SIPAS untuk memberitahu satgas kebersihan lokasi tumpukan sampah di desa.

Kirim Laporan Sampah